Pengamalan
Analisis SWOT pada Diri Sendiri
Bagi
jurusan manajemen dan temen-temen UISI yang ada mata kuliah Bahasa Indonesia
serta bagi para pembisnis analisis SWOT bukanlah hal yang tabu. Tapi bagi
jurusan teknik kimia dan teknik logistik analisis SWOT mungkin hal yang baru
dan belum banyak yang tau. Menurut Robinson dalam buku manajemen strategik
(1997:229) SWOT adalah singkatan dari Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses)
yang ada di dalam perusahaan serta Peluang (Oppurtunities) dan Ancaman (Threats)
yang dihadapi oleh perusahaan.
Pada
dasarnya analisis SWOT digunakan dalam perusahaan tetapi bisa juga digunakan
pada diri setiap orang. Analisis SWOT pada perusahaan digunakan untuk
mengetahui kekuatan dan kelemahan serta mengindikasi adanya peluang dan ancaman
baik internal maupun eksternal di dalam perusahaan. Begitu pula dalam diri
sendiri harusnya setiap orang mengetahui kekuatan atau passion dan kelemahan
atau hal yag tidak bisa di perbuat dan sulit dilakukan sehingga mudah untuk
memperbaiki dan mengembangkan diri. Begitu pula untuk peluang dan ancaman, dengan
mengetahui passion yang dimiliki berarti orang itu mengetahui peluang yang bisa
dimiliki dalam dirinya. Sedangkan ancaman adalah kelemahan dalam diri setiap
orang yang harus segera dibenahi.
Salah
satu contoh yang paling mudah adalah Thomas Alva Edison penemu bola lampu. Beliau
merupakan orang yang mengetahui kelemahan dan kekuatannya sehingga mampu
mengoptimalkan peluang dan meminimalisir ancaman yang dimilikinya. Thomas Alva
Edison memiliki kelemahan berupa IQ dibawah rata-rata dan sedikit idiot dengan
bukti bahwa dulu ketika sekolah yang setara dengan SD beliau dikeluarkan karena
dianggap tidak bisa menerima pelajaran. Ibu beliau yang menjadi guru tidak
terima anaknya dikatakan seperti itu sehingga ibu beliau keluar dari guru lalu
mengajar menulis dan membaca secara privat kepada Thomas Alva Edison di
rumahnya sediri. Akhirnya beliau bisa membaca dan menulis sehingga ancaman yang
dimiliki beliau di minimalisir oleh ibunya yang sadar akan kelemahan Thomas
Alva Edison.
Setelah
ibunya wafat Thomas Alva Edison mengetahui bahwa dirinya suka bereksperimen
karena dulu yang sering dibaca dan diajarkan oleh ibunya adalah buku kimia.
Pada saat berusia 12 tahun beliau sudah mempunyai laboratorium sendiri di ruang
bawah tanah rumahnya dan bekerja menjual Koran, buah dan gula-gula di kereta
api. Kelemahan Thomas Alva Edison tidak berhenti di situ sebab beliau juga
sedikit tuli karena pada saat tertinggal kereta api telinga beliau ditarik oleh
seorang kondektur hingga sedikit tuli. Beliau tidak menganggap hal tersebut
sebagai musibah tetapi sebuah berkah. Setelah itu beliau terus bereksperiman
dan mencoba menemukan penyelesaian dari masalah bagaimana cara melihat pada
kegelapan yang menjadi pusat para ilmuwan saat itu. Akhirnya setelah penitian
selama 2 tahun tanpa menyerah dengan menggabungkan 6.000 bahan dan uang 40.000
dollar serta mengalami lebih dari seribu kesalahan sebelum menemukan bola lampu
pertama dalam sejarah yang menyala selama 40 jam.
Akhirnya
Thomas Alva Edison diakui sebagai penemu bola lampu dan menjadi salah satu
ilmuwan terbesar di dalam sejarah yang memiliki masa kecil kelam dan hinaan.
Thomas Alva Edison memiliki Analisis SWOT yang sangat hebat walaupun dilakukan
tanpa sadar. Kelemahan dan ancaman berupa susah menerima pembelajaran di
sekolah di minimalisir oleh ibunya serta ancaman tidak bisa mendengar
dianggapnya sebagai anugrah karena tidak banyak mendengar hal tidak penting
dari pembicaraan orang di sekitarnya. Lalu memanfaatkan peluang dan kekuatan
yang dimiliki sangat luar biasa karena banyak dari ilmuwan terkenal saat itu
ingin menemukan bola lampu sehingga Thomas Alva Edison yang suka bereksperimen
mengetahui dan tidak melewatkan peluang tersebut walaupun dengan 1000 kali cara
yang harus ditempuhnya. Ketulian yang seharusnnya menjadi kelemahan dirubah menjadi kekuatan
dengan menganggap itu menjadi hal potitif. Tidak mudah itu dilakukan dan tidak
semua orang bisa malakukannya. Terbukti dengan menggunakan analisis SWOT pada
sendiri menjadikan seseorang mampu untuk mencapai kesuksesan luar biasa.
“Kegagalan Bukanlah Hasil Akhir”