Selasa, 24 November 2015

Karakter



Karakter
Program tahun kedua UISI adalah pembentukan karakter untuk seluruh mahasiswa. Mengapa harus karakter yang diutamakan? Mengapa bukan yang kepintaran? Mengapa bukan UKM dulu saja? Begitu banyak pertanyaan muncul menanggapi soal “Karakter” sebelumnya pasti muncul juga pertanyaan Apa sih karakter itu? Mengapa sampai segitunya untuk memiliki karakter? Memangnya pintar saja gak cukup? Untuk menjawab semua pertanyaan itu mari kita bahas satu persatu.
Karakter adalah sebuah sifat yang dimiliki oleh seseorang akibat pembentukan yang terus menerus tanpa berhenti. Karakter tidak bisa didapat secara instan dan cepat tetapi harus melalui tahap-tahap yang sangat panjang. Karakter akan membuat seseorang memiliki ciri khas tersendiri dan ciri khas itu yang biasanya membuat orang sukses. Pintar saja jelas-jelas tidaklah cukup, kita tidak perlu pintar sebenarnya tetapi wajib untuk memiliki karakter. Mengapa gak perlu pintar? Gila ya…? Bukan gila memang harusnya seperti itu sebab orang pintar gak mempunyai karakter jujur hasilnya akan lebih parah karena kepintarannya dibuat menipu orang yang kalah pintar dengannya.
Contoh nyata dari karakter wajib dan pintar gak harus adalah negara Jepang. Jepang adalah salah satu negara dengan kemajuan luar biasa padahal dulu 2 kota mereka dihancurkan oleh Amerika dengan bom atom. Sebenarnya apa yang membuat Jepang bangkit dan menjadi salah satu negara adidaya di Asia? Pertama, ketika kota Nagasaki dan Hiroshima luluh lantah yang ditanyakan pertama adalah Berapa banyak guru yang meninggal? Mengapa guru? Sebab guru memiliki peranan penting bagi Jepang karena di Jepang guru memiliki karakter mengajar pantang menyerah dan jujur serta benar-benar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan melaksanakan semua tanggung jawab melalui kesadaran sendiri. Selanjutnya yang kedua adalah menanamkan karakter bagi anak-anak sejak dini, Mengapa karakter? Di Jepang sendiri pintar itu nomor sekian sedangkan yang utama adalah karakter jujur, mengapa jujur? masih banyak karakter lainnya? Karena kejujuran adalah tiang dari semua kebaikan, kita pintar gak jujur bisa jadi penipu, kita dapat jabatan gak jujur menyengsarakan orang banyak lewat korupsi. Semua kebaikan berawal dari kejujuran. Maka dari itu anak-anak yang tumbuh di Jepang waktu itu memiliki kepintaran luar biasa sebab bila mereka kalah dengan teman lainnya mereka akan jujur pada dirinya bahwa dia kurang pintar, sehingga kejujuran membuatnya belajar ekstra untuk menyamai atau melampaui teman-temannya yang lebih pandai darinya.
Dengan kisah diatas berarti UISI itu sudah benar untuk mencetak insan yang berkarakter dengan kecerdasan dan kepintaran sebagai bonusnya. Semoga saja bisa terwujud dan sebenarnya berat sebab kita tahun 2045 adalah puncak kejayaan tetapi pemuda belum banyak memiliki karakter. Begitu pula pengajar dan pemimpin yang menjadi panutan para pemuda banyak sekali korupsi bahkan mereka tidak malu dan bangga bila korupsi. Lihatlah sekeliling ada berapa banyak pemuda yang  mau dan mampu untuk membuang sampah pada tempatnya padahal itu adalah hal yang sangat sepele dan menunjukkan karakter mereka sendiri.
Karakter tidak bisa didapat secara instan
Ahmad Aditya Pratama, 25 November 2015

Tidak ada komentar: