Karakter
Program
tahun kedua UISI adalah pembentukan karakter untuk seluruh mahasiswa. Mengapa
harus karakter yang diutamakan? Mengapa bukan yang kepintaran? Mengapa bukan
UKM dulu saja? Begitu banyak pertanyaan muncul menanggapi soal “Karakter” sebelumnya
pasti muncul juga pertanyaan Apa sih karakter itu? Mengapa sampai segitunya
untuk memiliki karakter? Memangnya pintar saja gak cukup? Untuk menjawab semua
pertanyaan itu mari kita bahas satu persatu.
Karakter
adalah sebuah sifat yang dimiliki oleh seseorang akibat pembentukan yang terus
menerus tanpa berhenti. Karakter tidak bisa didapat secara instan dan cepat
tetapi harus melalui tahap-tahap yang sangat panjang. Karakter akan membuat
seseorang memiliki ciri khas tersendiri dan ciri khas itu yang biasanya membuat
orang sukses. Pintar saja jelas-jelas tidaklah cukup, kita tidak perlu pintar
sebenarnya tetapi wajib untuk memiliki karakter. Mengapa gak perlu pintar? Gila
ya…? Bukan gila memang harusnya seperti itu sebab orang pintar gak mempunyai karakter
jujur hasilnya akan lebih parah karena kepintarannya dibuat menipu orang yang
kalah pintar dengannya.
Contoh
nyata dari karakter wajib dan pintar gak harus adalah negara Jepang. Jepang
adalah salah satu negara dengan kemajuan luar biasa padahal dulu 2 kota mereka
dihancurkan oleh Amerika dengan bom atom. Sebenarnya apa yang membuat Jepang
bangkit dan menjadi salah satu negara adidaya di Asia? Pertama, ketika kota
Nagasaki dan Hiroshima luluh lantah yang ditanyakan pertama adalah Berapa
banyak guru yang meninggal? Mengapa guru? Sebab guru memiliki peranan penting
bagi Jepang karena di Jepang guru memiliki karakter mengajar pantang menyerah
dan jujur serta benar-benar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan
melaksanakan semua tanggung jawab melalui kesadaran sendiri. Selanjutnya yang
kedua adalah menanamkan karakter bagi anak-anak sejak dini, Mengapa karakter?
Di Jepang sendiri pintar itu nomor sekian sedangkan yang utama adalah karakter
jujur, mengapa jujur? masih banyak karakter lainnya? Karena kejujuran adalah
tiang dari semua kebaikan, kita pintar gak jujur bisa jadi penipu, kita dapat
jabatan gak jujur menyengsarakan orang banyak lewat korupsi. Semua kebaikan
berawal dari kejujuran. Maka dari itu anak-anak yang tumbuh di Jepang waktu itu
memiliki kepintaran luar biasa sebab bila mereka kalah dengan teman lainnya
mereka akan jujur pada dirinya bahwa dia kurang pintar, sehingga kejujuran
membuatnya belajar ekstra untuk menyamai atau melampaui teman-temannya yang
lebih pandai darinya.
Dengan
kisah diatas berarti UISI itu sudah benar untuk mencetak insan yang berkarakter
dengan kecerdasan dan kepintaran sebagai bonusnya. Semoga saja bisa terwujud
dan sebenarnya berat sebab kita tahun 2045 adalah puncak kejayaan tetapi pemuda
belum banyak memiliki karakter. Begitu pula pengajar dan pemimpin yang menjadi
panutan para pemuda banyak sekali korupsi bahkan mereka tidak malu dan bangga
bila korupsi. Lihatlah sekeliling ada berapa banyak pemuda yang mau dan mampu untuk membuang sampah pada
tempatnya padahal itu adalah hal yang sangat sepele dan menunjukkan karakter
mereka sendiri.
”Karakter tidak bisa didapat secara instan”
Ahmad
Aditya Pratama, 25 November 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar