Rabu, 16 Desember 2015

Pengamalan Analisis SWOT pada Diri Sendiri



Pengamalan Analisis SWOT pada Diri Sendiri
Bagi jurusan manajemen dan temen-temen UISI yang ada mata kuliah Bahasa Indonesia serta bagi para pembisnis analisis SWOT bukanlah hal yang tabu. Tapi bagi jurusan teknik kimia dan teknik logistik analisis SWOT mungkin hal yang baru dan belum banyak yang tau. Menurut Robinson dalam buku manajemen strategik (1997:229) SWOT adalah singkatan dari Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) yang ada di dalam perusahaan serta Peluang (Oppurtunities) dan Ancaman (Threats) yang dihadapi oleh perusahaan.
Pada dasarnya analisis SWOT digunakan dalam perusahaan tetapi bisa juga digunakan pada diri setiap orang. Analisis SWOT pada perusahaan digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta mengindikasi adanya peluang dan ancaman baik internal maupun eksternal di dalam perusahaan. Begitu pula dalam diri sendiri harusnya setiap orang mengetahui kekuatan atau passion dan kelemahan atau hal yag tidak bisa di perbuat dan sulit dilakukan sehingga mudah untuk memperbaiki dan mengembangkan diri. Begitu pula untuk peluang dan ancaman, dengan mengetahui passion yang dimiliki berarti orang itu mengetahui peluang yang bisa dimiliki dalam dirinya. Sedangkan ancaman adalah kelemahan dalam diri setiap orang yang harus segera dibenahi.
Salah satu contoh yang paling mudah adalah Thomas Alva Edison penemu bola lampu. Beliau merupakan orang yang mengetahui kelemahan dan kekuatannya sehingga mampu mengoptimalkan peluang dan meminimalisir ancaman yang dimilikinya. Thomas Alva Edison memiliki kelemahan berupa IQ dibawah rata-rata dan sedikit idiot dengan bukti bahwa dulu ketika sekolah yang setara dengan SD beliau dikeluarkan karena dianggap tidak bisa menerima pelajaran. Ibu beliau yang menjadi guru tidak terima anaknya dikatakan seperti itu sehingga ibu beliau keluar dari guru lalu mengajar menulis dan membaca secara privat kepada Thomas Alva Edison di rumahnya sediri. Akhirnya beliau bisa membaca dan menulis sehingga ancaman yang dimiliki beliau di minimalisir oleh ibunya yang sadar akan kelemahan Thomas Alva Edison.
Setelah ibunya wafat Thomas Alva Edison mengetahui bahwa dirinya suka bereksperimen karena dulu yang sering dibaca dan diajarkan oleh ibunya adalah buku kimia. Pada saat berusia 12 tahun beliau sudah mempunyai laboratorium sendiri di ruang bawah tanah rumahnya dan bekerja menjual Koran, buah dan gula-gula di kereta api. Kelemahan Thomas Alva Edison tidak berhenti di situ sebab beliau juga sedikit tuli karena pada saat tertinggal kereta api telinga beliau ditarik oleh seorang kondektur hingga sedikit tuli. Beliau tidak menganggap hal tersebut sebagai musibah tetapi sebuah berkah. Setelah itu beliau terus bereksperiman dan mencoba menemukan penyelesaian dari masalah bagaimana cara melihat pada kegelapan yang menjadi pusat para ilmuwan saat itu. Akhirnya setelah penitian selama 2 tahun tanpa menyerah dengan menggabungkan 6.000 bahan dan uang 40.000 dollar serta mengalami lebih dari seribu kesalahan sebelum menemukan bola lampu pertama dalam sejarah yang menyala selama 40 jam.
Akhirnya Thomas Alva Edison diakui sebagai penemu bola lampu dan menjadi salah satu ilmuwan terbesar di dalam sejarah yang memiliki masa kecil kelam dan hinaan. Thomas Alva Edison memiliki Analisis SWOT yang sangat hebat walaupun dilakukan tanpa sadar. Kelemahan dan ancaman berupa susah menerima pembelajaran di sekolah di minimalisir oleh ibunya serta ancaman tidak bisa mendengar dianggapnya sebagai anugrah karena tidak banyak mendengar hal tidak penting dari pembicaraan orang di sekitarnya. Lalu memanfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki sangat luar biasa karena banyak dari ilmuwan terkenal saat itu ingin menemukan bola lampu sehingga Thomas Alva Edison yang suka bereksperimen mengetahui dan tidak melewatkan peluang tersebut walaupun dengan 1000 kali cara yang harus ditempuhnya. Ketulian yang seharusnnya  menjadi kelemahan dirubah menjadi kekuatan dengan menganggap itu menjadi hal potitif. Tidak mudah itu dilakukan dan tidak semua orang bisa malakukannya. Terbukti dengan menggunakan analisis SWOT pada sendiri menjadikan seseorang mampu untuk mencapai kesuksesan luar biasa.
“Kegagalan Bukanlah Hasil Akhir”

Tidak ada komentar: